Saturday, November 5, 2022

legenda tentang Nyi Roro Kembang Sore Tulungagung

 


jika pada episode Sebelumnya sudah pernah kita bahas tentang mitos pesugihan Gunung Kemukus Sragen Jawa Tengah Kali ini kita akan sedikit berbagi tentang kita yang tak kalah menariknya yaitu mitos pesugihan makam kembang sore Tulungagung Jawa Timur Bagaimana kisahnya simak terus ya Apabila Anda suka silahkan anda tekan tombol subscribe Assalamualaikum warahmatullahi ta'ala wabarakatuh Salam Rahayu home swastiastu namo buddhaya salam kebajikan Selamat datang di channel

setiap daerah pasti memiliki tokoh penting yang dianggap memiliki jasa terhadap daerahnya penghargaan dan penghormatan masyarakat terhadap orang yang dianggap telah memiliki data tersebut dengan cara memelihara makamnya mengenang hari sejarahnya membuat cerita tokoh dan jasa yang telah dilakukan semasa hidupnya dan kemudian berusaha ditanamkan kepada generasi berikutnya

ciri Bolo adalah sebuah gunung cilik tempat pemakaman cina terletak di Desa Bolo Kecamatan Kauman Kabupaten Tulungagung gunung tersebut telah menyimpan sejarah seorang resi dan Pertapa Sakti dalam rentetan sejarah babad Tulungagung yang kisahnya melegenda

Diceritakan bahwa di Gunung cilik ada seorang pendeta wanita yang menamakan diri resi winadi selain menjadi pendeta Ia juga menjadi salah satu bukti kesaktiannya yaitu dibuat sebuah pusaka yang keampuhannya bisa merontokkan daun-daun dan menumbangkan pohon beringin tetap bisa mengalahkan Pangeran kalang. Pendeta tersebut sebetulnya adalah Putri Roro Kembang Sore Putri yang termasuk dengan kecantikannya adalah putri dari pangeran bedalem dari Kadipaten petak Putri dituduh oleh pangeran kalang yang tak lain pamannya sendiri telah berbuat asusila dengan pangeran lembu Peteng Putra Raja Majapahit fitnah, tersebut mengakibatkan gugurnya Pangeran lembupeteng dibunuh ayahnya sendiri sedangkan Putri Roro Kembang Sore B meloloskan diri

dalam versi lain diceritakan Roro Kembang Sore adalah salah satu putri dari seorang Adipati yang terkenal yaitu Adipati bedak-bedak awal ceritanya bermula dari Joko budeg yang jatuh hati kepada Roro Kembang Sore Joko budeg sangat mendambakan Putri ningrat tersebut menjadi pendamping hidupnya namun sang putri yang tahu bahwa Joko budeg adalah keturunan orang biasa dan miskin sedangkan dia adalah putri dari Adipati terkenal Roro kembangsore berpikir bahwa Joko budeg bukanlah pasangan yang

kecintaan Joko budeg kepada Roro Kembang Sore yang begitu tulus membuatnya rela melakukan apapun untuk mendapatkan hati Sang Putri Seiring berjalannya waktu hati Roro kembangsore akhir oleh keseriusan Joko budeg yang mendapatkan hatinya mengetahui hal itu cukup budek pun bergegas untuk melamarnya

sebagai putri yang ningrat yang terhormat tawaran itu tidak bisa diterima begitu saja dan Putri mengajukan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi agar juga budeg boleh melamarnya

bertapa 40 hari 40 malam di sebuah bukit dengan beralaskan batu sambil menghadap ke laut selatan dan memakai jika sebagai tutup kepala demi sang Idaman Hati Joko budeg dengan senang hati melakukan persyaratan tersebut

setelah hari yang ke-40 terpenuhi Roro Kembang Sore berharap Joko budeg segera datang untuk mempersuntingnya Roro kembangsore menunggu satu hari satu malam namun cukup budeg tak kunjung datang sang putri yang semakin cemas oleh hal ini segera mendatangi Joko budeg di tempat pertapaan nya dia melihat masih terduduk khusyuk dalam tapanya

Melihat keadaan itu Roro Kembang Sore merasa kasihan melihat kekasih hatinya akhirnya karena tidak sabar Roro Kembang Sore berniat membangunkannya setelah berulang kali mencoba membangunkan cukup budek. Dia merasa jengkel karena cukup udah tak kunjung bangun ketinggalan itu mengakibatkan Roro Kembang Sore melontarkan kata-kata yang cukup keras seketika itu juga alam terjadi tubuh Joko budeg yang sedang bertapa perlahan berubah mengeras seperti batu akhirnya karena perkataan buruk Roro Kembang Sore tersebut Joko budeg patung batu

itu membuat Roro Kembang Sore merasa sangat menyesal dia pun sampai bersumpah bahwa dia tidak akan menikah dengan orang lain selain Joko budeg setelah kejadian itu Roro kembangsore memutuskan untuk bertanya di suatu tempat hingga ajal menjemputnya sekarang dia dimakamkan di pemakaman Gunung Bolo yang terletak di Kecamatan Kauman Kabupaten Tulungagung tempat cukup untuk bertanya dinamakan gunung budeg sampai saat ini batu Joko budeg tersebut masih berdiri kokoh di tanah dan menjadi legenda di kota Tulungagung

Demikianlah legenda tentang Nyi Roro Kembang Sore Tulungagung Apabila ada perbedaan versi Sebelumnya saya tuh kan mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Terima kasih telah berkunjung di channel saya akhiri.

Share:

0 comments:

Blog Archive

Definition List

banner image

Unordered List

Support

Break